Pengenalan Teknologi 4G
Pada
teknologi 4G ini akan berbasis teknologi IP yang mampu mengintegrasikan
sistem-sistem serta jaringanjaringan yang ada. Kecepatan akses yang dapat
diberikan pada teknologi 4G ini dapat mencapai kisaran antara 100Mbps sampai
1Gbps, baik di dalam ruangan maupun diluar ruangan dengan QoS (Quality of
Service) yang terjamin dengan baik, sistem keamanan yang terjamin dan
penyampaian informasi yang real-time di mana pun dan kapan pun.
Adapun
tujuan yang ingin dicapai dari penerapan teknologi 4G
ini
adalah:
–
Penggunaan spektrum yang lebih efisien
–
Kapasitas jaringan yang lebih besar
–
Kecepatan data yang cepat minimal 100 Mbps untuk setiap
node
yang ada
– Handover
yang baik ditengah kerumitan jaringan yang ada
–
Kemampuan integrasi dengan beragam jaringan yang ada
– Transfer
data dengan kualitas terbaik (realtime audio, high
speed
data access, mobile TV dan lainnya)
– Sistem
IP berbasis paket switched network
–
Mendukung service multimedia interaktif
– Teleconference,
Wireless Internet
– Global
Mobility, Service Portability, Low-cost service
–
Skalabilitas untuk jaringan mobile
Komponen 4G
•
Teknologi yang digunakan pada generasi sebelum 4G adalah Time Division
Multiple Access (TDMA), Frequency Division Multiple Access (FDMA),
serta Code Division Multiple Access
(CDMA)
•
Teknologi 3G menggunakan dua node yaitu circuited switched nodes dan
packet oriented nodes sedangkan pada 4G hanya menggunakan satu
metode node yaitu packet oriented node,
yang akan
mengurangi kehilangan waktu dalam proses transmisi data.
• Pada
perkembangannya nanti 4G akan mengayomi sejumlah besar piranti elektronik yang
dapat dialamatkan serta dirutekan. Oleh karena itu pada teknologi 4G peran IPv6
(IP versi 6) sangat penting agar dapat mendukung sejumlah besar piranti
elektronik yang saling terhubung secara nirkabel.
HSDPA
• Salah
satu evolusi dari 3G menuju 4G adalah dengan diperkenalkannya akses data
kecepatan tinggi melalui teknologi High Speed Downlink Packet Access (HSDPA).
• HSDPA
mampu menghasilkan delay yang rendah dan kapasitas besar serta dapat
memberikan data rate yang tinggi hingga 10Mbps. Kemampuan ini diperoleh berkat penambahan
kanal baru pada layer fisik, implementasi Adaptive Modulation and
Coding (AMC), Hybrid Automatic Repeat Request (HARQ), Fast
Scheduling, dan Fast Cell Selection (FCS) pada platform WCDMA.
Kehadiran Wideband
Code Division Multiple Access (WCDMA) sebagai standar teknologi
telekomunikasi 3G memungkinkan akses data kecepatan tinggi melalui jalur
nirkabel.
• HSDPA
diperkenalkan pada arsitektur UMTS release 5. Bertujuan untuk meningkatkan 2 ms
kapasitas data rate dengan penambahan kanal baru pada layer fisik, implementasi
Adaptive Modulation and Coding (AMC), Hybrid Automatic Repeat Request
(HARQ), Fast Scheduling, dan Fast Cell Selection (FCS).
Peluang
HSDPA
• Dengan
berbagai kelebihan, teknologi HSDPA memiliki peluang yang sangat besar untuk
diimplementasikan untuk memenuhi layanan akses data kecepatan tinggi melalui
jalur nirkabel.
• HSDPA
mampu melayani data rate yang tinggi, sehingga aplikasi multimedia dan internet
nirkabel lebih leluasa untuk digelar.
•
Implementasi HSDPA meningkatkan kapasitas pelayanan internet telephony (panggilan
melalui jalur VoIP) yang secara signifikan akan menurunkan biaya panggilan.
LTE
• Long
Term Evolution (LTE) adalah bentuk kemajuan dalam layanan seluler 3G.
• 3GPP LTE
adalah sebuah nama yang diberikan kepada suatu project dalam The Third Generation
Partnership Project (3GPP) untuk mengembangkan UMTS mobile phone
standard dalam mengatasi kebutuhan mendatang.
•
Tujuannya meliputi peningkatan efisiensi, peningkatan servis, making use of
new spectrum opportunities, dan integrasi yang lebih baik dengan open standar
lainnya.
• LTE
menjadi evolusi lanjutan dari 3G dan akan dikenal sebagai 4G yang nantinya jauh
lebih efisien dan simpel.
Konsep
Dasar LTE
• LTE
memanfaatkan OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) dengan
kecepatan transfer data 100Mbps untuk downlink data transmission
dan singlecarrier
FDMA
(SC-FDMA/ Single Carrier-Frequency Division Multiple Access) dengan
50Mbps untuk
transmisi uplink.
OFDM adalah sebuah teknik transmisi dengan banyak frekuensi (multicarrier),
OFDM terkenal sebagai teknik modulasi yang biasa dipakai pada kanal wireless
yang selalu berubah-ubah akibat adanya fading.
Ketika
informasi ditransmisikan/dikirimkan melalui kanal wireless, sinyal dapat
terdistorsi/rusak karena adanya multipath fading (gangguan saluran transmisi
dari 2 arah yang berbeda). Sebenarnya terdapat gangguan antara transmitter dan
receiver seperti Penyerapan sinyal,
pemantulan
sinyal, pemecahan sinyal dari bangunan, kendaraan, dan halangan lainnya. Bahkan
dalam jarak yang lebih jauh bumi menjadi sebuah halangan, seperti kontur bumi,
gunung, pohon, dan halangan lingkungan lainnya.
Single Carrier Modulation
• Sekarang
ini, sistem seluler telah menggunakan single carrier modulation walaupun LTE lebih
baik menggunakan OFDM daripada single carrier modulation.
•
Penyebaran waktu delay menggambarkan jumlah waktu delay pada receiver
dari perjalanan sinyal dari transmitter sepanjang jalur yang
berbeda. Pada aplikasi seluler, penyebaran delay berada pada kisaran microsecond.
Delay terinduksi oleh multipath dapat menyebabkan sebuah simbol
diterima sepanjang delayed path. Efek ini mengacu pada Inter-Symbol
Interference (ISI).
Ini juga
membantu untuk memikirkan efek distorsi multipath dalam domain
frekuensi. Setiap panjang path yang berbeda dan refleksi akan
menghasilkan phase shift yang spesifik.
• Semua
sinyal dikombinasikan pada receiver, beberapa frekuensi dengan sinyal
passband mengalami interferensi konstruktif (sinyal kombinasi linear dalam
satu fasa), saat lainnya bertemu interferensi destruktif.
• Gabungan
sinyal yang diterima terdistorsi oleh selektif frekuensi fading. Delay
spread yang panjang yang terdapat pada fading frekuensi selektif.
OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing)
• Tidak
seperti single carrier, sistem komunikasi OFDM tidak bersandar pada
peningkatan symbol rate untuk mencapai data rate yang lebih
tinggi. Ini membuat tugas pengaturan ISI lebih mudah. Setiap simbol OFDM
adalah kombinasi linear signal yang tetap pada setiap
sub-carrier
dalam kanal.
• Karena
data yang ditransmisikan dalam paralel yang lebih baik daripada serial, maka
simbol OFDM lebih panjang daripada simbol single carrier dengan data
rate
yang
sepadan.
Ada 2
aspek yang penting dalam OFDM, yaitu:
– Setiap symbol
OFDM didahului dengan Cyclic Prefix (CP) yang digunakan secara
efektif mengeliminasi ISI.
– Sub-carrier
memiliki space yang sempit untuk mengefisiensi penggunaan bandwidth
yang tersedia.
• Simbol
OFDM terdiri dari dua komponen utama yaitu CP dan FFT period (TFFT). Durasi CP
ditentukan oleh delay spread sudut antisipasi tertinggi untuk
menargetkan aplikasi.
• Ketika
sinyal transmisi tiba pada penerima dengan 2 jalur yang berbeda panjang, mereka
digilir dalam satu waktu.
Layer Fisik LTE
-Kemampuan
dari Node B dan UE (User Equipment) sangat berbeda pada LTE. Tidak mengejutkan
LTE PHY DL (LTE Physical Layer Downlink) dan UL (Uplink) juga
berbeda.
Satu elemen yang digunakan secara bersama oleh LTE DL dan UL adalah struktur
frame.
-
Spesifikasi LTE ada yang FDD (Frequency Division Duplex) dan TDD (Time
Division Duplex). Struktur frame yang umum digunakan untuk DL dan UL
pada operasi FDD
Downlink
-
Spesifikasi dari LTE PHY didisain untuk mengakomodasi bandwidth dari
1,25 MHz sampai 20 Mhz. Modulasi yang dipakai adalah OFDM karena sifatnya yang robust
pada keadaan multipath fading yang parah. Teknik multiplexing untuk
downlink yang digunakan adalah OFDMA.
-
Parameter Modulasi
Teknik
modulasi yang digunakan untuk DL adalah OFDM. Digunakan dua CP (Cyclic
Prefix) yaitu short dan long. Ketika short CP yang digunakan,
simbol pertama dari OFDM dalam sebuah slot memiliki CP sedikit lebih panjang
dibandingkan dengan 6 simbol tersisa. Hal ini
dilakukan
untuk menghemat slot waktu sebesar 0,5 milisecon.
-Multiplexing
pada Downlink
Teknik multiplexing
yang digunakan pada downlink LTE adalah OFDMA. 12 grup adjacent
subcarriers dikelompokkanbersama pada basis slot-slot untuk membentuk physical
resource blocks (PRBs). Sebuah PRB merupakan unit terkecil dari bandwidth
yang dibagibagi
oleh scheduler
di base station.
-Kanal
Fisik
Kanal-kanal
fisik yang digunakan untuk downlink pada LTE antara lain:
* Physical
Downlink Shared Channel (PDSCH)
* Physical
Downlink Control Channel (PDCCH)
* Common
Control Physical Channel (CCPCH)
-Sinyal
Fisik
Ada dua
tipe sinyal fisik, yaitu:
* Sinyal
referensi yang digunakan untuk menentukan chanel impulse response (CIR)
* Sinyal
sinkronisasi yang membawa informasi pewaktuan jaringan
-Kanal
Transport
Berfungsi
sebagai service access points (SAPs) untuk layer yang lebih tinggi.
Kanal transport antara lain:
*Broadcast
Channel
* Downlink
Shared Channel
* Paging
Channel
* Multicast
Channel
-Pemetaan Downlink
dari Kanal Fisik ke Kanal Transport
-Pengodean
Kanal Downlink
Berbagai
algoritma pemrograman diterapkan pada downlink. Pada CCPH, modulasi yang
digunakan adalah QPSK, PDSCH menggunakan 64QAM
Uplink
- Layer
fisik dari LTE menggunakan Single Carrier Frequency Division Multiple Access
(SC-FDMA) sebagai skema transmisi pada uplink.
-Parameter
Modulasi
Modulasi
yang digunakan dapat berupa QPSK, 16QAM, atau 64QAM tergantung padakualitas
kanal.
-Multiplexing
Uplink
dari Physical Resource Blocks (PRBs)
dikirimkan ke User Equipment (UE) oleh Base Station melalui CCPCH
downlink. Uplink PRBs terdiri dari 12 subcarrier yang
berdampingan pada sebuah slot durasi.
-Kanal
Fisik Uplink
* Physical
Uplink Shared Channel (PUSCH)
* Physical
Uplink Control Channel (PUCCH)
-Sinyal
Fisik
* Reference
Signal
* Random
Access Preamble
- Kanal Transport
Uplink
*UL-Shared
Channel
* Random
Access Channel (RACH)
- Pemetaan
Uplink dari Kanal Fisik ke Kanal Transport
-Pengkodean
Kanal Uplink
Pengkodean
pada UL sama dengan DL.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar