Sabtu, 10 Januari 2015

tekhnologi seluluer masa depan



Pengenalan Teknologi 4G

Pada teknologi 4G ini akan berbasis teknologi IP yang mampu mengintegrasikan sistem-sistem serta jaringanjaringan yang ada. Kecepatan akses yang dapat diberikan pada teknologi 4G ini dapat mencapai kisaran antara 100Mbps sampai 1Gbps, baik di dalam ruangan maupun diluar ruangan dengan QoS (Quality of Service) yang terjamin dengan baik, sistem keamanan yang terjamin dan penyampaian informasi yang real-time di mana pun dan kapan pun.
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penerapan teknologi 4G
ini adalah:
– Penggunaan spektrum yang lebih efisien
– Kapasitas jaringan yang lebih besar
– Kecepatan data yang cepat minimal 100 Mbps untuk setiap
node yang ada
Handover yang baik ditengah kerumitan jaringan yang ada
– Kemampuan integrasi dengan beragam jaringan yang ada
– Transfer data dengan kualitas terbaik (realtime audio, high
speed data access, mobile TV dan lainnya)
– Sistem IP berbasis paket switched network
– Mendukung service multimedia interaktif
Teleconference, Wireless Internet
Global Mobility, Service Portability, Low-cost service
– Skalabilitas untuk jaringan mobile

Komponen 4G
• Teknologi yang digunakan pada generasi sebelum 4G adalah Time Division Multiple Access (TDMA), Frequency Division Multiple Access (FDMA), serta Code Division Multiple Access
(CDMA)
• Teknologi 3G menggunakan dua node yaitu circuited switched nodes dan packet oriented nodes sedangkan pada 4G hanya menggunakan satu metode node yaitu packet oriented node,
yang akan mengurangi kehilangan waktu dalam proses transmisi data.
• Pada perkembangannya nanti 4G akan mengayomi sejumlah besar piranti elektronik yang dapat dialamatkan serta dirutekan. Oleh karena itu pada teknologi 4G peran IPv6 (IP versi 6) sangat penting agar dapat mendukung sejumlah besar piranti elektronik yang saling terhubung secara nirkabel.
  
HSDPA
• Salah satu evolusi dari 3G menuju 4G adalah dengan diperkenalkannya akses data kecepatan tinggi melalui teknologi High Speed Downlink Packet Access (HSDPA).
• HSDPA mampu menghasilkan delay yang rendah dan kapasitas besar serta dapat memberikan data rate yang tinggi hingga 10Mbps. Kemampuan ini diperoleh berkat penambahan kanal baru pada layer fisik, implementasi Adaptive Modulation and Coding (AMC), Hybrid Automatic Repeat Request (HARQ), Fast Scheduling, dan Fast Cell Selection (FCS) pada platform WCDMA.
Kehadiran Wideband Code Division Multiple Access (WCDMA) sebagai standar teknologi telekomunikasi 3G memungkinkan akses data kecepatan tinggi melalui jalur nirkabel.
• HSDPA diperkenalkan pada arsitektur UMTS release 5. Bertujuan untuk meningkatkan 2 ms kapasitas data rate dengan penambahan kanal baru pada layer fisik, implementasi Adaptive Modulation and Coding (AMC), Hybrid Automatic Repeat Request (HARQ), Fast Scheduling, dan Fast Cell Selection (FCS).

Peluang HSDPA
• Dengan berbagai kelebihan, teknologi HSDPA memiliki peluang yang sangat besar untuk diimplementasikan untuk memenuhi layanan akses data kecepatan tinggi melalui jalur nirkabel.
• HSDPA mampu melayani data rate yang tinggi, sehingga aplikasi multimedia dan internet nirkabel lebih leluasa untuk digelar.
• Implementasi HSDPA meningkatkan kapasitas pelayanan internet telephony (panggilan melalui jalur VoIP) yang secara signifikan akan menurunkan biaya panggilan.


LTE
Long Term Evolution (LTE) adalah bentuk kemajuan dalam layanan seluler 3G.
• 3GPP LTE adalah sebuah nama yang diberikan kepada suatu project dalam The Third Generation Partnership Project (3GPP) untuk mengembangkan UMTS mobile phone standard dalam mengatasi kebutuhan mendatang.
• Tujuannya meliputi peningkatan efisiensi, peningkatan servis, making use of new spectrum opportunities, dan integrasi yang lebih baik dengan open standar lainnya.
• LTE menjadi evolusi lanjutan dari 3G dan akan dikenal sebagai 4G yang nantinya jauh lebih efisien dan simpel.

Konsep Dasar LTE
• LTE memanfaatkan OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) dengan kecepatan transfer data 100Mbps untuk downlink data transmission dan singlecarrier
FDMA (SC-FDMA/ Single Carrier-Frequency Division Multiple Access) dengan 50Mbps untuk
transmisi uplink. OFDM adalah sebuah teknik transmisi dengan banyak frekuensi (multicarrier), OFDM terkenal sebagai teknik modulasi yang biasa dipakai pada kanal wireless yang selalu berubah-ubah akibat adanya fading.
Ketika informasi ditransmisikan/dikirimkan melalui kanal wireless, sinyal dapat terdistorsi/rusak karena adanya multipath fading (gangguan saluran transmisi dari 2 arah yang berbeda). Sebenarnya terdapat gangguan antara transmitter dan receiver seperti Penyerapan sinyal,
pemantulan sinyal, pemecahan sinyal dari bangunan, kendaraan, dan halangan lainnya. Bahkan dalam jarak yang lebih jauh bumi menjadi sebuah halangan, seperti kontur bumi, gunung, pohon, dan halangan lingkungan lainnya.


Single Carrier Modulation
• Sekarang ini, sistem seluler telah menggunakan single carrier modulation walaupun LTE lebih baik menggunakan OFDM daripada single carrier modulation.
• Penyebaran waktu delay menggambarkan jumlah waktu delay pada receiver dari perjalanan sinyal dari transmitter sepanjang jalur yang berbeda. Pada aplikasi seluler, penyebaran delay berada pada kisaran microsecond. Delay terinduksi oleh multipath dapat menyebabkan sebuah simbol diterima sepanjang delayed path. Efek ini mengacu pada Inter-Symbol Interference (ISI).
Ini juga membantu untuk memikirkan efek distorsi multipath dalam domain frekuensi. Setiap panjang path yang berbeda dan refleksi akan menghasilkan phase shift yang spesifik.
• Semua sinyal dikombinasikan pada receiver, beberapa frekuensi dengan sinyal passband mengalami interferensi konstruktif (sinyal kombinasi linear dalam satu fasa), saat lainnya bertemu interferensi destruktif.
• Gabungan sinyal yang diterima terdistorsi oleh selektif frekuensi fading. Delay spread yang panjang yang terdapat pada fading frekuensi selektif.


OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing)
• Tidak seperti single carrier, sistem komunikasi OFDM tidak bersandar pada peningkatan symbol rate untuk mencapai data rate yang lebih tinggi. Ini membuat tugas pengaturan ISI lebih mudah. Setiap simbol OFDM adalah kombinasi linear signal yang tetap pada setiap
sub-carrier dalam kanal.
• Karena data yang ditransmisikan dalam paralel yang lebih baik daripada serial, maka simbol OFDM lebih panjang daripada simbol single carrier dengan data rate
yang sepadan.

Ada 2 aspek yang penting dalam OFDM, yaitu:
– Setiap symbol OFDM didahului dengan Cyclic Prefix (CP) yang digunakan secara efektif mengeliminasi ISI.
Sub-carrier memiliki space yang sempit untuk mengefisiensi penggunaan bandwidth yang tersedia.

• Simbol OFDM terdiri dari dua komponen utama yaitu CP dan FFT period (TFFT). Durasi CP ditentukan oleh delay spread sudut antisipasi tertinggi untuk menargetkan aplikasi.
• Ketika sinyal transmisi tiba pada penerima dengan 2 jalur yang berbeda panjang, mereka digilir dalam satu waktu.

 Layer Fisik LTE
-Kemampuan dari Node B dan UE (User Equipment) sangat berbeda pada LTE. Tidak mengejutkan LTE PHY DL (LTE Physical Layer Downlink) dan UL (Uplink) juga
berbeda. Satu elemen yang digunakan secara bersama oleh LTE DL dan UL adalah struktur frame.
- Spesifikasi LTE ada yang FDD (Frequency Division Duplex) dan TDD (Time Division Duplex). Struktur frame yang umum digunakan untuk DL dan UL pada operasi FDD

 Downlink
- Spesifikasi dari LTE PHY didisain untuk mengakomodasi bandwidth dari 1,25 MHz sampai 20 Mhz. Modulasi yang dipakai adalah OFDM karena sifatnya yang robust pada keadaan multipath fading yang parah. Teknik multiplexing untuk downlink yang digunakan adalah OFDMA.
- Parameter Modulasi
Teknik modulasi yang digunakan untuk DL adalah OFDM. Digunakan dua CP (Cyclic Prefix) yaitu short dan long. Ketika short CP yang digunakan, simbol pertama dari OFDM dalam sebuah slot memiliki CP sedikit lebih panjang dibandingkan dengan 6 simbol tersisa. Hal ini
dilakukan untuk menghemat slot waktu sebesar 0,5 milisecon.
-Multiplexing pada Downlink
Teknik multiplexing yang digunakan pada downlink LTE adalah OFDMA. 12 grup adjacent subcarriers dikelompokkanbersama pada basis slot-slot untuk membentuk physical resource blocks (PRBs). Sebuah PRB merupakan unit terkecil dari bandwidth yang dibagibagi
oleh scheduler di base station.
-Kanal Fisik
Kanal-kanal fisik yang digunakan untuk downlink pada LTE antara lain:
* Physical Downlink Shared Channel (PDSCH)
* Physical Downlink Control Channel (PDCCH)
* Common Control Physical Channel (CCPCH)
-Sinyal Fisik
Ada dua tipe sinyal fisik, yaitu:
* Sinyal referensi yang digunakan untuk menentukan chanel impulse response (CIR)
* Sinyal sinkronisasi yang membawa informasi pewaktuan jaringan
-Kanal Transport
Berfungsi sebagai service access points (SAPs) untuk layer yang lebih tinggi. Kanal transport antara lain:
*Broadcast Channel
* Downlink Shared Channel
* Paging Channel
* Multicast Channel
-Pemetaan Downlink dari Kanal Fisik ke Kanal Transport
-Pengodean Kanal Downlink
Berbagai algoritma pemrograman diterapkan pada downlink. Pada CCPH, modulasi yang digunakan adalah QPSK, PDSCH menggunakan 64QAM

Uplink
- Layer fisik dari LTE menggunakan Single Carrier Frequency Division Multiple Access (SC-FDMA) sebagai skema transmisi pada uplink.
-Parameter Modulasi
Modulasi yang digunakan dapat berupa QPSK, 16QAM, atau 64QAM tergantung padakualitas kanal.
-Multiplexing
Uplink dari Physical Resource Blocks (PRBs) dikirimkan ke User Equipment (UE) oleh Base Station melalui CCPCH downlink. Uplink PRBs terdiri dari 12 subcarrier yang berdampingan pada sebuah slot durasi.
-Kanal Fisik Uplink
* Physical Uplink Shared Channel (PUSCH)
* Physical Uplink Control Channel (PUCCH)
-Sinyal Fisik
* Reference Signal
* Random Access Preamble
- Kanal Transport Uplink
*UL-Shared Channel
* Random Access Channel (RACH)
- Pemetaan Uplink dari Kanal Fisik ke Kanal Transport
-Pengkodean Kanal Uplink
Pengkodean pada UL sama dengan DL.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar